Selasa, 16 Oktober 2012

ANTARA BURUNG, CACING, DAN MANUSIA

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

Kebesaran Cinta

Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Cewek : Pelan-pelan, aku takut.

Cowok : Tidak, ini menyenangkan.

Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!

Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.

Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!

Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat.

(Lalu si cewek memeluknya)

Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku!

(Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong.

Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk memperlambat, tp si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau.

Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya.

Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ???
Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?

Pernahkah kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya?

Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti diatas motor itu?

Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.

Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya

Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..

** Hiks. . . Hiks. . . :'(

Tidak apa-apa, kan masih ada hari esok...

Sebagai permintaan maaf kepada sahabat yang lama tidak pernah gue sapa, seorang sahabat yang lama sekali tidak gue dengar suara dan kabarnya, sahabat yang dimasa lalu yang mungkin gw pernah berbuat salah, maka gue kirim tulisan ini : “Tidak apa-apa, kan masih ada hari esok”


Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta Maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi Paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.

Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya.” Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan Waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku cinta kamu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya Dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya.

Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70.

Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa Sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu….” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya.

=================

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh. Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera. Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.


Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu. Jangan tunda Atau…. masih Ada hari esok…….

Kematian Orang Tercinta VS Keadilan Tuhan.....!!!!

Untuk saudara''ku smua, baca dan pahami catatan yg saya bwt untuk sekedar perenungan dan pembelajaran...!!!


Pernahkah terlintas dalam pikiran kita untuk mempertanyakan keadilan Tuhan dalam kasus-kasus kematian yang sangat menyayat hati dan meluluhlantahkan seluruh harapan untuk hidup? Dimanakah letak keadilan Tuhan harus dimengerti manakala orang-orang tercinta kita harus pergi untuk selama-lamanya meninggalkan kita sementara dalam kaca mata dan rasio pemikiran kita orang yang meninggalkan kita masih terlalu muda atau masih memiliki beban tanggung jawab yang tak dapat didelegasikan kepada orang lain? Bukan saja kematian, akan tetapi dalam penderitaan-penderitaan teramat berat yang menimpa kita, dimana segala daya upaya kita untuk keluar dari penderitaan tersebut telah berujung pada sebuah kesia-siaan dan malahan tidak ada harapan sama sekali di manakah Tuhan yang disebut Mahaadil?

Tulisan ini dimaksudkan sebagai suatu perenungan semata yang mencoba mengangkat penderitaan manusia terutama kematian orang-orang tercinta dengan mencoba membedahnya dari kasus per kasus. Melalui pembedahan kasus per kasus, keadilan Tuhan sebagai tujuan tulisan ini akan coba ditelusuri. Kasus-Kasus:

1.Wanita muda itu
menangis tersedu sedan di samping jenasah suaminya. Mereka baru saja menikah 2 tahun. Anaknya baru berusia 3 bulan. Ia tidak dapat mengerti mengapa suami, orang yang dicintainya begitu cepat dipanggil oleh Tuhan. Orang yang kepadanya ia gantungkan seluruh hidupnya, anaknya dan seluruh masa depan keluarganya. Semenjak menikah dengan suaminya itu, ia telah berhenti bekerja supaya dapat mengurus rumah tangganya. Kini dengan kematian suaminya ia
memperoleh satu status baru; janda muda. Akan ke manakah ia menggantungkan seluruh hidupnya dan anaknya kelak. Dalam keputusasaan ia berseru kepada Tuhan dalam tangis yang tak tertahankan “Tuhan, ambil saja nyawaku penderitaan yang Tuhan timpakan kepadaku, tak dapat aku tanggung. Kepada siapakah nanti anakku akan memanggil Ayah…?”

2.Bocah kecil berusia 2 tahun dalam gendongan seorang ibu tua, tertawa terpingkal-pingkal
melihat boneka lucu yang dibawa seorang anak lain yang ada disampingnya. Orang-orang disekitarnya sedang menangisi kematian dua orang yang dibaringkan di ruang tamu rumah tersebut. Ia tidak tahu bahwa dua orang yang ditangisi tersebut adalah kedua orang tuanya yang meninggal dalam kecelakaan maut hari itu. Ia hanya menangis manakala lapar dan minta makan, atau haus dan meminta minum kepada neneknya. Neneknya dengan tiada henti menangis sebab di usia yang masih sangat muda ini, cucunya sudah harus menjadi seorang yatim-piatu “Tuhan,
Engkau sangat sadis” kata nenek itu, disela-sela tangisnya.

3.Ia baru enam bulan menjabat sebagai
seorang Uskup. Tetapi suatu penyakit telah merenggut nyawanya. Segala daya upaya telah diusahakan supaya sang Uskup bisa sembuh dan bisa kembali menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. Tetapi segala daya upaya itu sia-sia.
Tepat pukul 10.00 pagi lonceng Katedral berdentang menandakan sesuatu yang penting sedang terjadi. Dan berita pagi itu mengagetkan seluruh umat dalam keuskupan yang dipimpin oleh uskup tersebut. Umatnya tak dapat mengerti dengan peristiwa tersebut. Manakala umat berkumpul untuk mendoakan sang uskup, seorang umat menyelutuk “Tuhan kita aneh ya, Ia yang memberikan kepada kita seorang gembala, kok teganya Ia mengambilnya kembali
secepat itu ya? Aku tidak mengerti

4.Gempa bumi serta Tsunami telah meluluhlantakan dan meratakan kota tersebut. Beribu-ribu nyawa melayang. Tak terhitung berapa kerugian materiil. Banyak anak menjadi
yatim-piatu. Ribuan istri menjadi janda. Tak terhitung kaum lelaki yang harus kehilangan istri dan anak-anaknya. Banyak orang kehilangan pekerjaan. Ketika bencana tersebut telah berlalu, bencana baru menghujam kehidupan orang-orang yang masih hidup. Ribuan mayat bergelimpangan sepanjang kota tersebut. Makanan menjadi sangat sulit, sebab
bantuan yang diharapkan tak kunjung tiba. Penyakit mulai menghinggapi anak-anak dan para kaum tua. Tiada rumah sakit, tiada obat-obatan, tiada tempat tingal yang layak. Dalam ketiadaan harapan dari orang-orang yang selamat,
gugatan terhadap Tuhan akhirnya nyaring terdengar sebagai sebuah ratapan “Tuhan, di manakah keadilan-Mu, Engkau yang kami kumandangkan nama-Mu setiap waktu, Engkau yang kami puja sebagai yang Mahaadil, Mahapemurah, Mahapenyayang, Mahaberbelaskasih dan segala ragam Maha, mengapa Engkau menimpakan derita dan bencana ini kepada kami? Apakah kami telah terlalu berdosa di hadapan-Mu sehingga hendak Engkau binasakan dengan bencana ini? suara ratapan lain menggema dari dalam tenda penampungan.


Analisa Kasus: Meneropong Keadilan Tuhan. Keadilan Tuhan adalah sesuatu yang terkadang sangat sulit untuk dimengerti dalam pandangan dan kaidah berpikir rasional manusia. Ketidakmengertian ini harus dipahami dalam kondisi manusia yang tertekan dan putus asa. Sebab dalam keadaan tersebut manusia kehilangan daya berpikir yang jernih. Dalam kasus pertama dimana seorang wanita harus kehilangan suami yang baru 2 tahun dinikahinya dan dalam kasus kedua dimana seorang anak harus kehilangan kedua orang tuanya, ada persamaan dalam kedua kasus ini dimana kedua kasus ini menampilkan kematian orang yang sangat bertanggungjawab terhadap kehidupan orang yang ditinggalkan. Lalu dimanakah keadilan Tuhan? Orang yang mengalami kematian biasanya diteguhkan oleh orang-orang
di sekitarnya untuk tabah, sabar, ikhlas menghadapi peristiwa pilu yang dialaminya. Keadilan Tuhan dalam kasus ini adalah bahwa Tuhan memakai peristiwa tersebut (kematian suami dalam kasus pertama dan kedua orang tua bagi anak kecil dalam kasus kedua), untuk melaksanakan rencana-Nya kelak bagi orang yang ditinggalkan. Secara sederhana, keadilan Tuhan juga nampak dalam kehadiran orang-orang yang masih menemani orang yang ditinggalkan semisal anak bagi istri yang ditinggalkan dalam kasus pertama dan nenek bagi anak yang ditinggal mati kedua orang tuanya dalam kasus kedua. Dalam kasus ketiga Uskup yang baru enam bulan menjabat harus meninggal karena penyakit yang dideritanya. Penyakit yang tak tersembuhkan merupakan sarana Allah menunjukkan keadilan-Nya. Bahwa melalui peristiwa tersebut Tuhan hendak menyatakan bahwa ada suatu rencana lain yang akan dibuat-Nya bagi umat dalam
keuskupan uskup yang telah meninggal tersebut. Tuhan memanggilnya agar ia bisa menjadi pendoa bagi umatnya yang ditinggalkannya. Atau ada rencana Tuhan yang lain bagi orang lain yang telah dipilih Tuhan untuk menggantikan uskup yang telah meninggal tersebut. Dalam kasus keempat, bencana alam yang meluluhlantahkan dan menghilangkan beribu-beribu nyawa di manakah letak keadilan Tuhan? Tuhan terkadang memakai bencana alam atau penyakit sebagai
sarana memurnikan dunia. Bahwa melalui bencana tersebut manusia disadarkan untuk senantiasa membaharui hidupnya yang mungkin saja tidak berkenan kepada Tuhan. Dan bagi orang-orang yang masih hidup, kenyataan bahwa mereka masih hidup harus menumbuhkan sebuah kesadaran untuk semakin berlaku baik sebagai ciptaan Tuhan.
Bencana harus dipahami sebagai sarana Tuhan menunjukkan kemahakuasaan-Nya kepada manusia. Ketika kematian merengkuh orang yang sangat kita cintai, sebuah pertanyaan eksistensial merebak dari dalam nurani dan rasionalitas kita, dimanakah keadilan Tuhan? Keadilan Tuhan adalah misteri yang tak dapat ditangkap sepenuhnya oleh nalar manusia. Kematian merupakan sarana yang menunjukan keadilan Tuhan, dimana manusia disadarkan untuk menyadari seluruh hidupnya sebagai semata anugerah Tuhan. Di sisi lain, kematian menyadarkan manusia akan kefanaan dunia. Bahwa pada waktunya semua manusia akan kembali kepada-Nya. Seseorang yang mengalami kematian orang yang dicintainya mungkin saja akan memberi jawab kepada orang yang menghiburnya. Anda berbicara tentang ketabahan, keikhlasan, pasrah tapi bagaimana bila anda yang mengalaminya? Setiap jawaban
yang diberikan orang lain kepada orang yang sedang mengalami sebuah peristiwa duka, sebenarnya jawaban yang merupakan bukan jawaban. Sebab jawaban yang sesungguhnya hanya ada pada Tuhan sendiri.

Minggu, 14 Oktober 2012

firma



Firma dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas. Meski terdapat pemisahan antara harta usaha dan harta pribadi, namun angota firma mempunyai keharusan melunasi kewajiban usaha sampai pada harta pribadinya.
Firma mempunyai ketentuan yaitu :
•Setiap anggota berhak menjadi pemimpin.
•Seorang anggota tidak boleh memasukkan orang lain untuk menjadi anggota tanpa persetujuan dari anggota lain.
•Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada orang lain selama anggota tersebut masih hidup.
•Apabila kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutup kewajiban usaha, maka kekayaan pribadi anggota menjadi jaminan.
Kelebihan Organisasi Niaga (Firma) :
1.Terdapat pembagian kerja Diantara para anggota sehingga kemampuan manajemennya lebih baik.
2.Pendiriannya relatif lebih mudah karena tanpa akte pendirian.
3.Kebutuhan modal dapat tercukupi karena menghimpun dana dari beberapa orang. Ada kemudahan memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan finansial yang besar.
Kekurangan Organisasi Niaga (Firma) :
1.Tanggung jawab pemilik tidak terbatas dan kepemilikan pribadi menjadi jaminan bagi kewajiban perusahaan.
2.Kerugian yang disebabkan seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota lain.
3.Kelangsungan perusahaan tidak menentu. Jika salah seorang anggota membatalkan perjanjian, maka Firma menjadi bubar.

CONTOH DARI FIRMA

Contoh Firma (Fa), biasanya advokat (pengacara, penasihat hukum, konsultan hukum), konsultan bisnis, dan akuntan publik. Kalau untuk perusahaan, sudah jarang. Mereka sudah melangkah ke CV atau bahkan PT.

CIRI – CIRI FIRMA

Sedangkan firma dapat kita artikan sebagai suatu persekutuan dua orang atau lebih yang bekerjasama dengan nama bersama yang bertujuan untuk mendapat profit.

Ciri-ciri firma yaitu :

1. Anggota firma biasanya sudah saling mengenal sebelumnya dan sudah saling mempercayai

2. Perjanjian suatu firma dapat dilakukan dihadapan notaris

3. Dalam kegiatan usaha selalu memakai nama bersama
4. Adanya tanggungjawab dan resiko kerugian yang tidak terbatas

Jadi kita dapat menyimpulkan perbedaan firma dengan PT,.
Perbedaan PT dengan firma yaitu :

PT merupakan suatu badan hukum dimana kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan terpisah atau tidak dapat dicampur aduk, sedangkan di Firma kekayaan pribadi dengan kekayaan perusahaan disamakan


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FIRMA


Kelebihan Badan Usaha Firma
  1. Karena jumlah modalnya lebih besar dibandingkan dengan usaha perseorangan, badan usaha firma lebih mudah untuk memperluas usahanya.
  2. Kemampuan manajemen badan usaha firma lebih besar karena adanya permbagian kerja di antara para anggota. Semua keputusannya diambil bersama-sama.
  3. Badan usaha firma tidak memerlukan akte, jadi pendiriannya relatif lebih mudah.
Kelemahan Badan Usaha Firma
  1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan.
  2. Apabila salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama maka secara otomatis badan usaha firma menjadi bubar sehingga kelangsungan perusahaan tidak menentu.
  3. Jika salah satu anggota membuat kerugian, maka kerugian tersebut juga ditanggung oleh anggota yang lain.
Khusus untuk poin 1 dari kelemahan badan usaha firma, perlu saya jabarkan lagi agar anda mengetahui apa yang dimaksud dengan tanggung jawab tidak terbatas. Contohnya bisa anda lihat berikut ini :
Ada 3 orang yang sepakat membuat usaha toko pengecer dengan menggunakan badan usaha firma. Total modal yang diinvestasikan adalah 700 ribu dengan perincian :
  1. Si A punya investasi di toko pengecer sebesar 400 ribu rupiah dengan kekayaan pribadinya 0 rupiah.
  2. Si B punya investasi di toko pengecer sebesar 200 ribu rupiah dengan kekayaan pribadinya 0 rupiah.
  3. Si C punya investasi di toko pengecer sebesar 100 ribu rupiah dengan kekayaan pribadinya 100 rupiah.
Dengan berbagai alasan, toko tersebut mempunyai utang sebesar 800 ribu rupiah. Sedangkan modal yang ditanam seluruh anggota hanya 700 ribu rupiah. Akhirnya seluruh modal yang ditanam digunakan untuk membayar utang perusahaan dengan sisa utang 100 ribu rupiah. Sisa utang tersebut harus dibayar dari kekayaan pribadi. Berhubung si A dan si B tidak memiliki kekayaan pribadi, maka sisa utang tersebut harus dibayar oleh si C yang mempunyai kekayaan pribadi sebesar 100 ribu rupiah.
Selain itu, walaupun para anggota mempunyai kesatuan nama dalam menjalankan usaha dan perusahaan mempunyai kekayaan sendiri yang terpisah dari kekayaan masing-masing anggota, namun pada umumnya badan usaha firma bukanlah badan hukum, melainkan sebutan dari anggota bersama-sama.
CONTOH MANAJEMEN DAN TATA KERJA FIRMA DI BIDANG HUKUM


Mengelola dan memimpin sebuah firma hukum adalah tantangan yang jauh lebih kompleks dan sulit daripada dulu. Fokus telah beralih dari tugas manajerial internal dan struktur untuk tantangan kepemimpinan eksternal yang dihadapi. Dua dinamika telah berkumpul untuk memaksa perubahan ini - lingkungan yang sangat kompetitif serta pertumbuhan eksplosif dalam ukuran firma hukum. Firma hukum besar dan orang-orang dengan beberapa kantor memiliki struktur manajemen multi-tier yang memerlukan kepemimpinan yang bernuansa menggabungkan fokus dan disiplin.
Konsultan Altman Weil bekerja dengan firma hukum di AS dan internasional untuk menyelaraskan struktur internal dan proses dengan tujuan strategis dan dengan mempertimbangkan kekuatan kompetitif. Kami dapat membantu Anda dalam pengembangan dan / atau penyempurnaan struktur internal, kebijakan, sistem dan prosedur untuk memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara lebih berhasil dan bersaing lebih baik strategis.
Audit pemerintahan - Kami akan meninjau struktur tata kelola perusahaan Anda untuk menentukan apakah perusahaan Anda mengelola, memimpin dan bersaing secara strategis dan efektif. Kami menekankan pengembangan struktur yang konsisten dengan kebutuhan eksternal perusahaan serta nilai-nilai internal perusahaan dan budaya. Meskipun ada kebutuhan organisasi dan realitas yang diperlukan di semua perusahaan, tidak ada struktur organisasi yang tepat untuk semua perusahaan.
Suksesi perencanaan - Salah satu isu yang paling menarik dalam profesi saat ini adalah kepemimpinan dan perencanaan suksesi manajemen. Sebagai tugas menjalankan organisasi besar, dinamis dan agresif menjadi lebih menantang, ada kebutuhan yang lebih besar untuk kepemimpinan terlatih lebih dan lebih baik. Altman Weil akan membantu organisasi Anda mengidentifikasi pemimpin masa depan dan mengembangkan inisiatif pelatihan program, rencana aksi dan strategi transisi.
Audit Administrasi - Altman Weil telah memelopori banyak pemerintahan perubahan profesi telah mengadopsi, termasuk penggunaan non-pengacara eksekutif. Kami akan menggunakan kedalaman pengalaman kami untuk membantu Anda memeriksa dan menganalisis struktur organisasi staf senior Anda non-pengacara untuk memastikan efisiensi dan efektivitas yang maksimal.
Evaluasi kinerja pemimpin senior - Karena kepemimpinan yang baik adalah penting, evaluasi yang jelas dan ketat dari pemimpin juga penting. Kami akan merancang dan melaksanakan kebijakan kinerja, sistem dan prosedur untuk mengevaluasi Partner perusahaan Anda Mengelola, Komite Eksekutif dan para pemimpin senior lainnya.
Sumber : http://www.altmanweil.com/index.cfm/fa/s.ps_detail/oid/24d1d279-3956-4967-98f4-a88ad96e753a/Management__Governance.cfm

Senin, 08 Oktober 2012

manajemen dan tata kerja

organisasi manajemen dan tata kerja

ORGANISASI, MANAJEMEN DAN TATA KERJA
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, sehingga dapat saya simpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.
Menurut para ahli organisasi adalah :
1.Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”
2.Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya wadah dan alat saja
3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
4. James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
5. Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
6. Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.” (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).
Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,
Manajemen merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain, waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.
Sedangkan Pengertian Manajemen dari beberapa literatur sebagai berikut :
a. Menurut Goerge R. Terry dan Leslie W. Rue dikemukakan bahwa : Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
b. Menurut James A F Stoner dalam bukunya Management, diungkapkan bahwa : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
c. T. Hani Handoko menyimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).
Dengan demikian, manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.
AKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI
Secara khusus manajemen organisasi mempunyai dua tugas utama yaitu efektivitas dan efisiensi, dimana :
 effective is to do the right something. Dimana efektif merupakan pencapaian tujuan atau target.
 efficiens is to do the something right . sedangkan efisien adalah cara dalam mencapai tujuan atau taget tersebut dengan memperkecil pengeluaran atau pemborosan
Sehingga dalam menjalankan roda organisasi dengan menggunakan sedikit mungkin sumberdaya namun mencapai tujuan yang maksimal.
AKTIVITAS MANAJEMEN
aktivitas utama atau fungsi utama manajemen adalah :
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Gagal dalam merencanakan artinya merencanakan kegagalan, sehingga lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang.
2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. (T.Hani Handoko)
Sedangkan fokus pada tahap pengorganosasian adalah :
 Apa saja tugas yang harus diselesaikan?
 Siapa yang yang mengerjakannya?
 Bagaimana tugas-tugas dikelompokkan?
 Siapa melapor ke siapa?
 Dimana keputusan harus dibuat?
3. Pengarahan (Leading/Actuating)
4. Pengontrolan (controlling)
Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai
PENGEMBANGAN ORGANISASI
1. Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
2. Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
 Perubahan adalah pertanda kehidupan
 Perubahan memberikan harapan
 Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
 Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
3. Metode Pengembangan Organisasi
 Metode Pengembangan Perilaku
 Jaringan Manajerial (managerial Grid)
 Latihan kepekaan
 Pembentukan Tim
 Umpan Balik Survei
 Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
 On the job training
 Job Instruction Training
 Of the job training
 Vestibule training
.Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
2. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
3. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
Oleh karna itu dapat di katakan hubungan antara manajemen dan tata kerja seperti berikut:
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan pendayagunaan sumber sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya suatu tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber yang ada dan waktu yang tersedia.
hubungan antara manejemen,organisasi dan tata kerja
Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia satu sama lain
organisasi : alat bagi pencapaian tujuan dan alat bagi pengelompokkan kerja sama
Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien
Hubungan dari ketiga kata tersebut adalah sama-sama mengarah pada keinginan mencapai suatu tujuan.
http://dheopasti.wordpress.com/

firma soft skill

FIRMA (FA)
Firma dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas. Meski terdapat pemisahan antara harta usaha dan harta pribadi, namun angota firma mempunyai keharusan melunasi kewajiban usaha sampai pada harta pribadinya.
Firma mempunyai ketentuan yaitu :
•Setiap anggota berhak menjadi pemimpin.
•Seorang anggota tidak boleh memasukkan orang lain untuk menjadi anggota tanpa persetujuan dari anggota lain.
•Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada orang lain selama anggota tersebut masih hidup.
•Apabila kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutup kewajiban usaha, maka kekayaan pribadi anggota menjadi jaminan.
Kelebihan Organisasi Niaga (Firma) :
1.Terdapat pembagian kerja Diantara para anggota sehingga kemampuan manajemennya lebih baik.
2.Pendiriannya relatif lebih mudah karena tanpa akte pendirian.
3.Kebutuhan modal dapat tercukupi karena menghimpun dana dari beberapa orang. Ada kemudahan memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan finansial yang besar.
Kekurangan Organisasi Niaga (Firma) :
1.Tanggung jawab pemilik tidak terbatas dan kepemilikan pribadi menjadi jaminan bagi kewajiban perusahaan.
2.Kerugian yang disebabkan seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota lain.
3.Kelangsungan perusahaan tidak menentu. Jika salah seorang anggota membatalkan perjanjian, maka Firma menjadi bubar.
A.4 KOPERASI
Koperasi Adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Para anggota diwajibkan untuk membayar simpanan pokok maupun simpanan wajib yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasr (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Koperasi bukan organisasi kumpulan modal. Keuangan koperasi diperoleh dari simpanan anggota , pinjaman/kredit, sisa hasil usaha, atau modal ventura. Menurut jenis usahanya koperasi dapat berupa koperasi produksi, koperasi konsumsi, dan koperasi kredit. Berdasarkan tingkatannya, koperasi dibedakan menjadi kopersi primer, koperasi pusat, gabungan koperasi, dan induk koperasi.
A.5 JOIN VENTURA
Joint Venture merupakan suatu kerjasama antar beberapa perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi yang lebih padat. Ciri utamanya adalah kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang partner masih tetap mengikat partner yang lain. Selanjutnya, kewajiban semua pihak dalam joint venture sama seperti kewajiban dalam partnership. Oleh karena itu joint venture dapat dimasukkan dalam jenis partnership. Joint venture bisa disebut sebagai aliansi strategis (strtegic aliances) dan mungkin dilakukan oleh perusahaan besar serta dapat menjadi strategi yang efektif dengan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki partner.
A.6 TRUST
Trust merupakan organisasi yang sengaja dibentuk untuk menghindari kerugian-kerugian dan meningkatkan keuntungan. Trust adalah penggabungan dua unit usaha menjadi satu dan masing-masing unit usaha kehilangan identitasnya. Beberapa perusahaan yang telah melebur akan melahirkan perusahaan baru yang lebih besar. Seluruh kekayaan perusahaan lama dipindahkan keperusahaan baru. Trust dapat mengeluarkan saham atau obligasi. Tanggung jawab pemilik saham hanya sebatas modal yang ditanamkan. Karena itu trust merupakan salah satu jenis perseroan.
A.7 KARTEL
Kartel Adalah persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kartel identitas masing-masing perusahaan masih utuh dan tetap berdiri sendiri. Bentuk-bentuk kartel adalah kartel daerah (pembagian daerah pemasaran), kartel produksi (penentuan luas produksi), kartel kondisi (pengaturan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang, pemberian diskon, dan sebagainya), kartel pembagian laba (penentuan cara pembagian dan besarnya laba), dan kartel harga (penentuan harga minimal)
.
A.7 HOLDING COMPANY
Holding Company terjadi bila ada suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara finansial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain. Atau terjadi pengambilalihan kekuasaan dan kekayaan dari suatu perusahaan ke holding company. Holding Company sendiri adalah perusahaan induk yang memiliki saham pada beberapa anak perusahaan. Umumnya menyerahkan pengelolaan bisnis yang dimilikinya pada manajemen yang terpisah. Contoh holding company misalnya Bakerie & Brothers.