Aku punya kekasih
sejak duduk di bangku SMP yang menemaniku selalu hingga usia ku beranjak 18 tahun
sekarang , perbedaan usia kami 2 tahun dan hubungan yang saya jalani selama 3 tahun
5 bulan pertama saya kenal dia adalah kaka kelas saya waktu duduk di bangku SMP
waktu itu saya masih duduk di kelas 1 dan kekasih ku ini kelas 3 saat kami
masih 1 sekolah kami hanya saling tegur , tapi saat dia sudah lulus kita
kehilangan kontak dan saat saya sudah kelas 3 kami bertemu lagi di jejaring
sosial facebook dan kami bertukar nomor handphone lewat pesan di facebook,
setelah itu kami kembali dekat lg selama 1 bulan dan di bulan berikutnya
tepatnya di bulan april tanggal 14 tahun 2010 kami resmi menjalani hubungan
lebih dari teman . semenjak itu dia menemaniku dan tidak terasa dia menemaniku
juga saat hal yang sangat saya takuti itu datang yaitu UN dengan setianya dia
selalu menemaniku belajar untuk menghadapi ujian itu . setelah pengumuman
kelulusan SMP datang dan aku adalah salah satu murid yang lulus dengan bahagianya
aku mengabari kekasihku itu , dan tiba saat nya aku mencari sekolah menengah
atas (SMA) didaerah bekasi dan dia pun yang membantuku mencari sekolah terbaik
bagiku, hingga aku lulus UN juga di SMA tersebut betapa senangnya aku karena
dia selalu ada di setiap moment besar di dalam hidup atau di akhir perjuanganku
. selama hubungan kami berjalan tidak semua yang kami lalui berjalan dengan
baik terkadang banyak perbedaan pendapat yang membuat kami berantem tetapi
perbedaan pendapat itu hanya terkadang kami rasakan , dan selalu selesai dengan
baik – baik agar hubungan ini terus berjalan karena kami memang tidak ingin
hubungan yang sudah lama terjalin berakhir begitu saja . dan saat kekasihku
menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas terbaik dibekasi yaitu
UNIVERSITAS GUNADARMA aku mulai sedikit
takut di kecewakan olehnya karena akan banyak wanita yg pastinya lebih cantik
di universitas tersebut tetapi ternyata tidak dia masih tetap bersamaku hingga
sekarang dan mudah – mudahan akan terus dia tidak mengecewakan ku dan tertarik
dengan yang lain..hehe ,hari-hari terus kita lalui bersama kini aku telah lulus
dari SMA dan telah bekerja di salah satu perusahaan milik jepang dan kekasihku
telah memasuki semester 5 aku dan kekasih ku pun mulai sibuk dengan aktifitas
kami masing-masing dan agak kurang dalam berkomunikasi ,tetapi walau sibuk
tidak membuat rasa sayang aku padanya berkurang bagi aku, sosok seorang
kekasihku adalah orang yang jarang ditemui dia tidak hanya ada disaat aku
senang tetapi dia juga ada disaat aku susah dan benar-benar drop dan terpuruk
dia yang selalu menguatkan aku dan membuat aku tersenyum kembali. Aku aladawiyah
kekasih mahasiswa ini yg menulis ceritanya sendiri, semoga enak di baca dan
tidak membosankan ya hehehe
Kamis, 10 Oktober 2013
Senin, 20 Mei 2013
PASAR MONOPOLISTIK
- PASAR MONOPOLISTIK
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di
mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki
perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas,
namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang
membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta
gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut,
tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri
khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
Pada pasar monopolistik, produsen
memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar
produsen dari pasar monopoli atau oligopoli.
Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan
ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain,
dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya,
pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat
homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda
motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha
memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap
merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik,
harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan
perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat,
sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal
akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya,
perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan
produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
KARAKTER PASAR MONOPOLISTIK
- Terdapat banyak penjual
- Barangnya berbeda corak
- Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
- Keluar dan masuk ke dalam industry relative mudah
- Persaingan menetapkan promosi penjualan sangat mudah
2 . PASAR OLIGAPOLI
Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti
beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu
jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih
dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap
perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan
pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk
pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan
harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari
pesaing mereka.
Praktik oligopoli umumnya dilakukan
sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk
masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli
sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum
dengan menetapkan harga jual terbatas,
sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik
oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya
terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang
tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun
1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang,
padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada
barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur
mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur
mengenaikartel
Asumsi yang mendasari kondisi
dipasar oligapoli adalah :
- Penjual sebagai price maker, penjual bukan hanya sebagai price maker, tetapi setiap perusahaan hanya mengakui bahwa aksinya akan mempengaruhi harga dan output perusahaan lain, dan sebaliknya.
- Penjual bertindak secara strategic
- Kemungkinan masuk pasar bervariasi dari mudah (free entry) sampai tidak mungkin masuk pasar(blockade)
- Pembeli sebagai price taker. Setiap pembeli tidak bisa mempengaruhi harga pasar.
Begitu kompleksnya situasi dalam
pasar oligopoly sehingga para ekonom mengembangkan berbagai model untuk menganalisis
perilaku oligapolis
- Model cournot
- Model Bertrand
- Model edgeworth
- Model kurva permintaan yang patah (model sweezy)
- Model kartel terpusat
- Model kartel berbagi pasar
- Model kepimimpinan harga
Konsep Pasar Monopoli
Konsep Pasar Monopoli
Pasar monopoli timbul akibat adanya
praktek monopoli, yaitu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu pelaku
usaha/penjual yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas
barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan
dapat merugikan kepentingan umum.
Berarti yang dimaksud dengan pasar monopoli adalah suatu bentuk hubungan antara permintaan dan penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan seluruh konsumen. Di dalam pasal 1 angka 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan suatu penguasaan atas produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok usaha.
Walaupun di pasar monopoli penjual tidak memiliki saingan, belum tentu ia dapat memperoleh keuntungan yang besar, hal ini mungkin saja terjadi bila biaya produksi berada di atas harga pasar.
Berarti yang dimaksud dengan pasar monopoli adalah suatu bentuk hubungan antara permintaan dan penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan seluruh konsumen. Di dalam pasal 1 angka 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan suatu penguasaan atas produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok usaha.
Walaupun di pasar monopoli penjual tidak memiliki saingan, belum tentu ia dapat memperoleh keuntungan yang besar, hal ini mungkin saja terjadi bila biaya produksi berada di atas harga pasar.
Sehingga kurva permintaan yang ada
di monopoli sama dengan kurva permintaan pasar. Di mana pada kurva permintaan
pasar, kurva penerimaan rata-rata (AR) dan kurva penerimaan marginal (MR) dapat
ditentukan. Bagi perusahaan monopolis, kurva penerimaan marginal (MR) lebih
rendah dari harga, karena penjual harus menurunkan harga dengan tujuan
barangnya dapat terjual.
Pada saat sekarang perusahaan yang
seratus persen bersifat monopoli jarang ditemui, mungkin hanya beberapa
komoditi jasa seperti telepon, gas, air dan listrik yang benar-benar dikuasai
oleh penjual tunggal (di Indonesia dipegang oleh perusahaan pemerintah). Tetapi
merekapun harus menghadapi persaingan dari industri lain, dan untuk jangka
panjang tidak ada perusahaan yang benar-benar bebas dari serangan pesaing,
artinya kemungkinan pasar monopoli tidak akan ada lagi.
Pasar monopoli dapat
dicirikan oleh beberapa hal berikut ini, diantaranya:
- Hanya terdapat satu penjual/produsen yang menguasai seluruh penawaran atas barang dan jasa tertentu
- Barang dan jasa yang dijual tidak memiliki substitusi yang dekat, artinya tidak ada barang yang dapat menggantikan fungsi dari barang tersebut. Contoh: tidak ada barang pengganti yang bersamaan sifatnya dengan listrik, yang ada hanya barang pengganti yang berbeda sifatnya seperti gas.
- Pasar/bidang usaha tidak dapat dimasuki oleh pihak lain
- Penentuan harga dilakukan dan dikuasai oleh perusahaan, maka perusahaan monopoli disebut sebagai perusahaan penentu harga (price setter).
PERILAKU KONSUMEN
A. PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen yaitu dimana konsumen membuat
keputusan untuk menggunakan sumber daya yang telah tersedia
untuk dikonsumsi
suatu barang.
PENDEKATAN PERILAKU
KONSUMEN TERDIRI DARI 2 BAGIAN YAITU :
A.
PENDEKATAN KARDINAL
ATAU CARDINAL APPROACH
Menurut pendekatan kardinal kepuasan konsumen diukur
dengan satuan kepuasan (misalnya : uang,barang berharga). Setiap tambahan satu unit
barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut
dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka
semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk
memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya
nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang
bersangkutan. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan
total (total utility) dan kepuasan tambahan. Kepuasan total yaitu kepuasan
menyeluruh yang diterima oleh konsumen dari mengkonsumsi sejumlah barang
atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan
adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi Asumsi dari
pendekatan ini adalah sebagai berikut:
Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk
memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang
tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan
kardinal harganya melonjak.
Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang
artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan
kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka
dapat memenuhi kebutuhan mereka..
Total utility adalah additive dan independent.
Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas
masing-masing barang yang dikonsumsi. kemudian independent berarti bahwa daya guna
a1 tidak dipengaruhi
oleh tindakan mengkonsumsi barang a2, a3, a4 …. an dan sebaliknya.
B.
PENDEKATAN ORDINAL
ATAU ORDINAL APPROACH
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang
tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan
tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu
kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan
tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan
memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya
konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.
Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan
maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya
mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebtuhan mereka.
Konsumen konsisten, yaitu bila barang A
lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku
sebaliknya
Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih
disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai
daripada C
B.
KONSEP ELASTISITAS
Elastisitas adalah perbandingan perubahan
proporsional dari sebuah variabel
Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya.
Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya.
Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan
harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam
jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga
produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini
ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia
peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya
produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus
mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu
keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau
seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh
persen, dua puluh persen, dan seterusnya.
a)
Besar kecilnya
kepekaan tersebut dapat dilihat dari besarnya angka koefisien elastisitas atau
indeks elastisitas. konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam
teori ekonomi mikro.
BERIKUT INI ADALAH
MACAM – MACAM BESARAN ELASTISITAS YAITU :
A.
Elastisitas
permintaan
Elastisitas
permintaan ditunjukan dalam bentuk prosentase petunjuk permintaan perubahaan atau
kuantitasyang diminta sebagai akibat dari sat u persenperubahanharga.
Berikut ini adalah rumus Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut:
Berikut ini adalah rumus Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut:
Ed = % perubahan
kuantitas diminta / % perubahanharga,
atau
Keterangan:
ED = Elastisitas
permintaan
Q2 = Kuantitas
permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas
ermintaan awal
P2 = Hargas etelah
perubahan
P1 = Harga awal
Terdapat pula jenis –
jenis elastisitas permintaan yaitu :
a.
Permintaan
tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi
jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva
berbentuk vertikal iniberarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas
barang/jasa tetap tidak berubah.
b.
Permintaan
tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan
< dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat
dilihat diantaranya pada produk kebutuhan.
c.
Permintaan
elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan >
prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari
substitusinya.
d.
Permintaan
elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu
pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar.
Adapun factor utama
yang menentukan elastisitas permintaan yaitu :
a.
Produk
substitusi. yaitu semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan
semakin elastis.
b.
Prosentase
pendapatan yang dibelanjakan.artinya semakin tinggi bagian pendapatan
yangdigunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin
elastis.
c.
Produkmewahversuskebutuhan.artinya
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen
sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya.
B.
Elastisitas
permintaan dan total penerimaan
Elastisitas
permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun
produsen.elastisitas nya,yaitu :
a. Permintaan tidak
elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang
diminta atas barang.
b. Permintaan tidak
elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari
prosentase perubahan harga.
c. Permintaan uniter
elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga.
C.
Elastisitas
penerimaan
Elastisitas
ini hamper sama dengan elastisitas permintaan dan total penerimaan. Elastisitas
permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana kuantitas
permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli.
D.
Elastisitas
silang
Elastisitas
permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas
sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya.
Elastisitassilangberhubungandengankarakteristikkeduaproduk,yaitu:
1.Produksubstitusi.Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk A akan menaikkan permintaan atas produk B.
1.Produksubstitusi.Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk A akan menaikkan permintaan atas produk B.
2.Produkkomplementer.Elastisitas
permintaan silang adalah negatif , dimana kenaikan harga produk A akan
menurunkan permintaan produk B, vice versa.
PERILAKU
PRODUSEN
Produsen adalah orang yang menghasilkan
barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan,
sedangkan Produksi adalah usaha untuk menciptakan dan meningkatkan
kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan pengertian lain Produksi
merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari
jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode
waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak
berubah.
Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor
produksi asli dan faktor produksi turunan:
a. Faktor produksi
asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain
sebagai berikut :
·
Alam. Contohnya :
tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
·
Tenaga kerja. Tanpa
adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah
atau diolah menjadi barang hasil produksi.
b. Faktor produksi
turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah
modal dan keahlian (skill).
FUNGSI PRODUKSI
Fungsi produksi merupakan interaksi antara
masukan (input) dengan keluaran (output).
Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis
sebagai berikut :
Q
= f(L, R, C, T)
Dimana
:
Q
= jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F
= symbol persamaan (function)
L
= tenaga kerja (labour)
R
= kekayaan alam (resources)
C
= modal (capital)
T
= teknologi (technology)
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan
baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita
sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang
yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan
mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil
ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari
keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis.
Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan
menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut
sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha
mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya
untuk memulai suatu bisnis.
Agar
berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
a.
Perencanaan.
Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis,
serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara
mencapai tujuan tersebut.
b.
Pengorganisasian.
Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan
perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
c.
Pengarahan. Agar
rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
d.
Pengendalian.
Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja
tersebut.
Persaingan globa semakin pesat dengan persaingan
yang sangat kuat, maka produsen dan perusahaannya harus mampu memikirkan
perkembangan produksinya demi majunya perusahaan dalam persaingan.
PRODUKSI OPTIMAL
Penentuan pola produksi optimal merupakan
masalah yang penting dalam suatu perusahaan, karena menjadi dasar bagi
perusahaan dalam menentukan dan merencanakan kebutuhan dan tingkat produksi
perusahaan. Ada tiga macam pola produksi yaitu: pola produksi konstan, pola
produksi bergelombang dan pola produksi moderat. Tujuannya adalah untuk mengetahui
hasil ramalan penjualan dan untuk mengetahui pola produksi optimal yang tepat
untuk diterapkan pada perusahaan.
Dalam melakukan analisis data yang ada dalam
perusahaan yang sesuai dengan pokok permasalahan , maka teknik analisis data
yang dilakukan adalah analisis incremental cost yaitu suatu analisis yang
mempertimbangkan biaya-biaya tambahan yang muncul dalam proses produksi dari
masimg-masing alternative pola produksi yang ada. Biaya-biaya yang
dipertimbangkan adalah biaya simpan, biaya lembur, biaya perputaran tenaga
kerja dan biaya subkontrak. Sedangkan untuk menentukan pola penjualan yang ada
dalam perusahaan dilakukan ramalan penjualan dengan metode exponential
smoothing Alpha 0.5.
C. BIAYA
Biaya adalah kurva yang menunjukkan saling
berhubungan antara jumlah biaya produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.
Sedangkan yang dimaksud dengan biaya produksi adalah semua pengeluaran yang
dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya
untuk memproduksi output atau pengeluaran.
MACAM-MACAM BIAYA
•
Total Fixed Cost (Biaya Total Tetap) adalah jumlah Biaya yang tetap yang tidak
dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : penyusutan, sewa, dsb.
•
Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah biaya-biaya yang dibayarkan
yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh : biaya bahan
mentah, tenaga kerja, dsb.
•
Total Cost (Biaya Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan
ongkos total variabel. TC = TFC + TVC.
•
Average Fixed Cost (Biaya Tetap Rata-rata) adalah biaya tetap yang dibebankan
kepada setiap unit output.
AFC
= TFC / Q , dimana Q = tingkat output
•
Average Variabel Cost (Biaya Variabel Rata-rata) adalah Biaya variabel yang
dibebankan untuk setiap unit output.
AVC
= TVC / Q
•
Average Total Cost (Biaya Total Rata-rata) adalah biaya produksi yang
dibebankan untuk setiap unit output.
ATC
= TC / Q
•
Marginal Cost (Biaya Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total
karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
MC
= ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q
5. Menjelaskan, Menghitung, dan
Memilih Biaya Yang Paling Optimal Dalam materi ini pada kehidupan kita harus
amati dalam menghitung dan memilih biaya yang paling optimal karena dengan
memilih data yang paling optimal akan menghemat keuangan kita tanpa harus
membelanjakan segala keinginan yang dirasa belum dipantas kita dapatkan karena
kebutuan lain yang lebih penting. Dalam kasus ini kita harus teliti dengan
menghitung jika kita asumsikan perbulanya ia mendapatkan gaji 3jt/bulan maka jika
kita jabarkan ia akan dibayar dengan upah perharinya 4jt/30hr =133,3ribu / hari
nya, Maka jika ia harus memilih untuk menggunakan biaya yang paling optimal
maka ia harus menghabiskan uang makan sehari sebesar 50rb, lalu ongkos bensin
seharinya 25rb, maka ia hanya adapat menyisihkan sekitar +-58ribu perhari, dan pendapatan yang
maksimal itu bukanlah seberapa besar pendapatanya sehari – hari, melainkan
seberapa besar ia dapat menyisihkan pendapatannya dalam bentuk tabungan untuk
masa depan dia.
Langganan:
Postingan (Atom)
