Kamis, 09 Februari 2012

Datang Satu-Satu, Pergi Satu-Satu

“Mengapa orang-orang ini tak ramai-ramai lahir dan ramai-ramai mati? Aku ingin dunia ini seperti pasarmalam.” Demikian tulis Pramoedya dalam novelnya yang paling mengesankan, Bukan Pasarmalam. Ada daya hidup dalam tekanan kalimat seperti itu, namun sekaligus rasa tak berdaya. Demikian pula kesan ketika mendengar namanya, terutama dua hari terakhir ketika stasiun televisi menayangkan sang Maestro berbaring di ranjang Rumah Sakit St. Carolus dalam keadaan koma.
Tapi paling tidak ia tak akan seperti sang ayah dalam novel tersebut yang, “Kasihan [..] waktu dia sehat, selalu kita cari-cari dia untuk melengkapi perjudian. Waktu dia sakit, tak seorang pun di antara kita datang menengok.” Tidak. Kerabat dan sahabatnya berjubel. Dan ketika tubuhnya kembali ke rumahkata (demikian Joko Pinurbo memberi nama dalam puisi yang ditulisnya sesaat setelah Pramoedya tutup usia), di tanah permakaman Karet, seluruh daya hidup yang ditinggal dalam anak-anak rohaninya akan tetap abadi. Apa yang tertulis, tetap tertulis, demikian bunyi satu ayat Alkitab. Kita tahu itu selalu benar, sebagaimana telah terjadi atas kebanyakan karyanya. Karya-karya itu, kita tahu, sekali waktu pernah dilahirkan, kemudian dibunuh dengan berbagai dalih, namun kita juga tahu, mereka senantiasa terus hidup.

Hidupnya memang bukan pasarmalam. Majalah Balairung Universitas Gadjah Mada barangkali lebih tepat membayangkan hidupnya: “Jika kuas lembut sejarah boleh mengoleskan merah, biru, putih, kuning, maka perjalanan hidup Pramoedya Ananta Toer adalah pekat sempurnanya jelaga.” Kelam. Namun itulah. Seperti kelamnya jelaga lahir dari api yang menari, kelam hidupnya juga lahir dari daya hidupnya yang berkobar.
Kabar itu akhirnya diterima: Pramoedya Ananta Toer meninggal pukul 9 pagi, Minggu, 30 April 2006. Suara Nyai Ontosoroh tiba-tiba terasa seperti terngiang di penghujung novel Bumi Manusia, “Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.” Dalam hidupnya, semua orang akan mengenang, Pramoedya tak hanya melawan segala prinsip yang merendahkan kemanusiaan, namun juga berjibaku. Dengan ucapan-ucapan, dengan sikap, dan terutama dengan kata-katanya. Kita menemukan sikap jijiknya terhadap kerakusan kolonialisme dalam Tetralogi Buru, rasa sebalnya terhadap sikap patriarkal yang merendahkan perempuan dalam Gadis Pantai atau Midah Si Manis Bergigi Emas, juga kemuakan terhadap kebebalan manusia dalam Perburuan maupun kumpulan cerita pendek Revolusi. Semua itu mengkristal menjadi sejenis sikap politik.
Entah dari mana ia memperoleh sikap serupa itu, yang bagi sebagian orang barangkali bisa ditafsirkan sebagai kekeraskepalaannya. Mungkin itu telah ada sejak kelahirannya, di Blora pada 6 Februari 1925. Dirinya. Sesuatu yang akan diingat orang ketika mendengar namanya. Barangkali pengaruh masa kecilnya, di mana ia lahir dari keluarga bertradisi nasionalis dan aktivis politik. Tradisi itu tetap dipertahankannya, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dalam hidupnya, sastra dan politik selalu merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Meskipun untuk itu, tiga tahun dalam penjara Belanda, satu tahun dalam penjara Orde Lama dan empat belas tahun tahanan Orde Baru, mesti dicicipinya. Daya tahan hidupnya pula yang membuatnya bertahan. Meski kadang masih sering terlihat rasa marah terhadap ketidakadilan yang berlaku terhadap dirinya, namun kerap kali ia menyikapinya dengan rasa geli terhadap peristiwa yang baginya, hanya memperlihatkan kebodohan manusia belaka.
Ketika ditahan di penjara Belanda di masa revolusi, Pramoedya pernah mencoba untuk menyerah dengan melakukan patiraga. Katanya, “Kawula datang kepada sang Gusti; inilah diriku, kukembalikan semuanya kepadaMu; ambillah semua, bunuhlah kawula ini sekarang juga kalau memang sudah tidak berguna bagi kehidupan.” Ia malah menghasilkan novel Perburuan dan Keluarga Gerilya.
Tapi hari Minggu ini, ketika Jakarta diliputi mendung menjelang hujan deras, Sang Gusti memanggil Pram, demikian ia diakrabi, untuk pulang. Tentu bukan karena ia tak lagi berguna bagi kehidupan. Segala sesuatu mestinya senantiasa berguna. Yang hidup maupun yang mati. Mengiringi kepergiannya, barangkali kita bisa mengutip satu pesan pembuka di novel Bumi Manusia:
“Jalan setapak ini memang sudah sering ditempuh, hanya yang sekarang perjalanan pematokan.” Dan kita, tentu tak akan lupa untuk meletakkan patok tersebut. Selamat jalan, Maestro.

Selasa, 07 Februari 2012

alicia keys - if i aint got you

some people live for the fortune
some people live just for the fame
some people live for the power, yeah
some people live just to play the game
some people think that the physical things
define what's within
and i've been there before
but that life's a bore
so full of the superficial

[chorus:]
some people want it all
but i don't want nothing at all
if it ain't you baby
if i ain't got you baby
some people want diamond rings
some just want everything
but everything means nothing
if i ain't got you, yeah

some people search for a fountain
that promises forever young
some people need three dozen roses
and that's the only way to prove you love them
hand me the world on a silver platter
and what good would it be
with no one to share
with no one who truly cares for me

[chorus:]
some people want it all
but i don't want nothing at all
if it ain't you baby
if i ain't got you baby
some people want diamond rings
some just want everything
but everything means nothing
if i ain't got you, you, you
some people want it all
but i don't want nothing at all
if it ain't you baby
if i ain't got you baby
some people want diamond rings
some just want everything
but everything means nothing
if i ain't got you, yeah

[outro:]
if i ain't got you with me baby
so nothing in this whole wide world don't mean a thing
if i ain't got you with me baby

Program Mencari Rata-rata, Nilai Tertinggi dan Terendah

Contoh program untuk mencari nilai rata-rata, tertinggi dan terendah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
uses wincrt;
 
var a, siswa : integer;
nilai, total, tinggi, rendah, rata : real;
 
begin
  total := 0;
  write ('jumlah siswa : '); readln (siswa);
  writeln;
  for a := 1 to siswa do
  begin
    write ('nilai siswa ke ',a,' : '); readln (nilai);
    total := total + nilai;
    if a = 1 then begin
      tinggi := nilai;
      rendah := nilai;
    end
    else begin
      if nilai > tinggi then tinggi := nilai
      else begin
      if nilai < rendah then rendah := nilai;
      end;
    end;
  end;
  rata := total / siswa;
  writeln;
  writeln ('nilai terendah    : ', rendah :1:2);
  writeln ('nilai tertinggi   : ', tinggi :1:2);
  writeln ('rata-rata         : ',rata :1:2);
end.
Tampilan :
jumlah siswa : 6
nilai siswa ke 1 : 89
nilai siswa ke 2 : 90
nilai siswa ke 3 : 78
nilai siswa ke 4 : 69
nilai siswa ke 5 : 75
nilai siswa ke 6 : 80
nilai terendah : 69.00
nilai tertinggi : 90.00
rata-rata : 80.17
Logika.
Awalnya total diberi nilai 0.
Pertama masukkan jumlah siswa { jumlah siswa : 6 }
Maka akan terjadi 6 perulangan untuk menghitung total
Perulangan ke 1 ; a=1 ==:> nilai = 89
total = 0 + 89 = 89
a=1? Ya, berarti 89 adalah nilai tertinggi dan nilai terendah dalam perulangan pertama
perulangan ke 2 ; a=2 ==:> nilai = 90
total = 89 + 90 = 179
a=1? Tidak, apakah nilai 90 > 89 ? ya, maka 90 adalah nilai tertinggi dalam perulangan ke 2.
Perulangan ke 3 ; a=3 ==:> nilai = 78
Total = 179 + 78 = 257
a=1? Tidak, apakah nilai 78 > 90 ? tidak, maka 90 tetap jadi nilai tertinggi dalam perulangan ke 3.
Apakah nilai 78 < 89 ? ya, maka 78 adalah nilai terendah dalam perulangan ke 3. Perulangan ke 4 ; a=4 ==:> nilai = 69
Total = 257 + 69 = 326
a=1? Tidak, apakah nilai 69 > 90? Tidak, maka 90 tetap jadi nilai tertinggi dalam perulangan ke 4.
Apakah nilai 69 < 78 ? ya, maka 69 adalah nilai terendah dalam perulangan ke 4. Perulangan ke 5 ; a=5 ==:> nilai = 75
Total = 326 + 75 = 401
a=1? Tidak, apakah nilai 75 > 90? Tidak, maka 90 tetap jadi nilai tertinggi dalam perulangan ke 5.
Apakah nilai 75 < 69 ? tidak, maka 69 adalah nilai terendah dalam perulangan ke 5. Perulangan ke 6 ; a=6 ==:> nilai = 80
Total = 401 + 80 = 481
a=1? Tidak, apakah nilai 80 > 90 ? tidak, maka 90 tetap jadi nilai tertinggi dalam perulangan ke 6.
Apakah nilai 90 < 69 ? tidak, maka 69 tetap jadi nilai terendah dalam perulangan ke 6.
Menghitung rata-rata = total / siswa
= 481 / 6
= 80.17
Ditampilkan hasil :
Nilai terendah : 69.00
Nilai tertinggi : 90.00
Rata-rata : 80.17
sumber : catatan 31/03/09 (diperjelas).

Program untuk Mencari Akar Persamaan Kuadrat

Program PersamaanKuadrat;
uses wincrt;
var a,b,c,d,x1,x2 :real;
begin
clrscr;
writeln('Menghitung akar-akar persamaan kuadrat');
writeln('Nilai a,b,c dimasukkan dengan jeda spasi');
write('Masukkan nilai a,b,c:');
readln(a,b,c);
d:=(b*b) - (4*a*c);
if d < 0 then writeln('tidak ada akar real')
else
begin
x1:=(-b + (sqrt(d)))/(2*a);
x2:=(-b - (sqrt(d)))/(2*a);
writeln('x1 =',x1:6:2);
writeln('x2 =',x2:6:2);
end;
readln;
end.

Cara Membuat Flowchart dari Suatu Listing Program

Setelah berusaha memaksa diri untuk belajar, akhirnya ketemu juga. Caranya : jawab pertanyaan orang lain… hehehe. Salah satunya pertanyaan yang ini nih :
Cara membuat flowchart dari suatu listing program.
Pertanyaan & Listing program diambil dari :
http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AvmXi46dtU9Rhwzg6DO.2N8XZnRG;_ylv=3?qid=20090825092136AAqW9Nk

flowchart perhitungan nilai
[Justin Bieber]
There comes a time
When we heed a certain call
[Nicole Scherzinger & Jennifer Hudson]
When the world must come together as one
[Jennifer Hudson]
There are people dying
[Jennifer Nettles]
And it’s time to lend a hand to life
The greatest gift of all
[Josh Groban]
We can’t go on
Pretending day by day
[Tony Bennet]
that someone, somehow will soon make a change
[Mary J Blige]
We are all a part of
God’s great big family
And the truth, you know love is all we need

[Chorus]
[Michael Jackson]
We are the world
We are the children
[Michael Jackson and Janet Jackson]
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
[Barbra Streisand]
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me

[Miley Cyrus]
Send them your heart
So they’ll know that someone cares
[Enrique Iglesias]
so their cries for help
will not be in vain
[Nicole Scherzinger]
We can’t let them suffer
no we cannot turn away
[Jamie Foxx]
Right now they need a helping hand
[Wyclef Jean]
Nou se mond la
We are the Children
[Adam Levine]
We are the ones who make a brighter day
so lets start giving
[Pink]
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
[BeBe Winans]
It’s true we’ll make a better day
Just you and me

[Michael Jackson]
When you’re down and out
There seems no hope at all
[Usher]
But if you just believe
There’s no way we can fall
[Celine Dion]
Well, well, well, well, let us realize
That a change can only come
[Fergie]
When we stand together as one

[Chorus - All]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
[Nick Jonas]
Got to start giving
[All]
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
[Toni Braxton]
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
[Mary Mary]
We are the world
We are the children
[Tony Bennet]
Its for the children
[Isaac Slade]
We are the ones who make a brighter day
[Toni Braxton]
So lets start giving

[Lil Wayne]
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me

[Chorus - All]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
[Akon]
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we make a better day
Just you and me

[T-Pain]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
[Jamie Foxx imitating Ray Charles]
Choice were making
saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me

[Rapping - LL Cool J, Will-I-Am, Snoop Dogg, Busta Rhymes, Swizz Beatz]
We all need somebody that we can lean on
when you wake up look around and see that your dreams gone
when the earth quakes we’ll help you make it through the storm
when the floor breaks a magic carpet to stand on
we are the World united by love so strong
when the radio isn’t on you can hear the songs
a guided light on the dark road your walking on
a sign post to find the dreams you thought was gone
someone to help you move the obstacles you stumbled on
someone to help you rebuild after the rubble’s gone
we are the World connected by a common bond
lyrics courtesy of www.killerhiphop.com
Love the whole planet sing it along
[Wyclef]
CABARETT
[Chorus - All]

[Kanye West]
Everyday citizens
everybody pitching in

[Singing - Children & Wyclef Jean]
Nou se mond la
nou se timoun yo

[Will-I-Am]
You and I
You and I
[Kanye West]
Uh, 12 days no water
whats your will to live?
[Will-I-Am]
we amplified the love we watching multiply
[Kanye West]
Feeling like the Worlds end
we can make the World win
[Will-I-Am]
Like Katrina, Africa, Indonesia
and now Haiti needs us, the need us, they need us

[Chorus - All]
[Wyclef Jean]
Ayiti, Ayiti, Ay, Ay, Ay, Ay, Ay
Ayiti, Ayiti, Ay, Ay, Ay, Ay, Ay
Ayiti, Ayiti, Ay, Ay, Ay, Ay, Ay
lyrics courtesy of www.killerhiphop.com
[End]
There you go. I did my best with the lyrics and the artists. Let me know if there are any corrections or if I missed anyone out.

Senin, 09 Januari 2012

tugas rangkuman isd


 RANGKUMAN
1KA37
TOHAP DIPO ANGGONO (17111139)

ilmu sosial dasar adalah ilmu yang didefinisikan berdasarkan suatu nilai dalam kependudukan yang bertempat di satu Negara yang bisa menilai, menyimpulkan, dan juga menganalasis suatu permasalahan yang ada di sekitarnya dengan bersosialisai akan tetapi juga masih menggunakan suatu nilai yang  terpenting dalam ilmu sosial dasar yaitu fakta, konsep, dan teori nilai tersebut semua diambil dari sejarah, ekonomi, geografi sosial,sosiologi, antropologi, psykologi sosial.